Tradisi Tlusupan atau Tlusuban

Operator 13 Oktober 2021 12:16:55 WIB

Petir,Sidasamekta//Salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh Masyarakat di Kalurahan Petir Kapanewon Rongkop adalah Tradisi Tlusupan atau Tlusuban. Tradisi yang dilaksanakan pada saat upacara pemberangkatan jenazah ini biasa diikuti oleh anak cucu, dan kerabat dekat dari  jenazah yang akan dimakamkan dengan ritual berupa berjalan berputar sebanyak 3 (tiga) kali putaran ke arah kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam, melewati bawah keranda jenazah yang akan diberangkatkan ke pemakaman. sementara keranda jenazah dipikul tinggi oleh paling tidak 4 orang warga.

Tradisi tlusuban ini dalam masyarakat jawa merupakan bentuk penghormatan, mendoakan kepada orang yang telah meninggal. Dalam istilah jawanya "mikul dhuwur mendhem jero". Mikul dhuwur (memikul dengan tinggi) berarti menghargai orang tua setinggi-tingginya. Hal ini bermakna bahwa seluruh jasa orang tua harus benar- benar dihargai. Semua petuahnya dituruti, pemberiannya harus dijaga dengan baik.

Mendhem jero (mengubur dalam-dalam). Bermakna bawa jika terdapat kekurangan, atau kesalahan orang tua akan dikubur atau ditutup rapat-rapat dan tidak akan diketahui orang lain, dan orangtua atau keluarga yang meninggal benar-benar hanya meninggalkan jejak yang baik untuk ditiru oleh anak cucu dan kerabat. Selain itu, dalam menguburkan jenazah dengan kedalaman kubur sesuai syariat agama yang benar yaitu dengan istilah "sak pengadeg sak pengawe" artinya setinggi orang berdiri ditambah ujung tangan keatas atau kurang lebih 2 (dua) meter.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung