SYAWALAN DAN HALAL BIHALAL PEMKAL PETIR

Operator 28 April 2023 11:17:33 WIB

Petir,Sidasamekta//Kamis Pon, 27 April 2023 Pemerintah Kalurahan Petir menyelenggarakan kegiatan syawalan dan halal bihalal bersama Lembaga Kemasyarakatan dan Tokoh masyarakat Kalurahan Petir. Kegiatan yang dilaksanakan di Pendopo Balai Kalurahan Petir ini menghadirkan Babinsa dan Babinkamtibmas, Pendamping Kalurahan, Pamong Kalurahan, Ketua dan Anggota Bamuskal Petir, Pengurus Lembaga Kemasyarakatan Kalurahann terdiri LPMK, Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, RW dan RT, serta Kader Kesehatan. Tahun 2023 atau 1444 H ini syawalan mengambil tema : Saling Memaafkan, Menjaga Kerukunan di tengah Keberagaman.

Dalam acara syawalan tersebut, dilaksanakan pembacaan Ikrar syawalan, dari Masyarakat diwakili oleh ANggota Badan Permusyawaratan Kalurahan, dan dari Pemerintah Kalurahan diterima atau ditanggapi oleh Bapak Lurah Petir Bpk.Sarju,S.I.P. Ikrar saling memaafkan disaksikan oleh semua peserta yang hadir dalam acara syawalan tersebut.

Hadir sebagai pembicara hikmah syawalan Ustad Drs.Sugeng Wibowo,M.Pd.I. dalam pengajian tersebut pembincara menyampaikan tentang berbagai keutamaan halal bihalal untuk meningkatkan tali silaturahmi, saling memaafkan kesalahan dan meningkatkann iman dan taqwa kepada Allah SWT di bulan syawal. Salah satu poin yang disampaikan dalam tausiyahnya adalah Ilmu dari Kanjeng Sunan Kalijaga tentang Filosofi keutamaan Kehidupan orang jawa yakni :

  1. Urip iku urup, artinya manusia harus berupaya uuntuk selalu membawa manfaat bagi orang lain.
  2.  Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani, artinya jadi pemimpin harus mampu menjadi contoh yang baik bagi warga masyarakatnya. Ketika didepan harus bergerak paling cepat, menjadi panutan yang baik. Ketika ditengah harus mau dan mampu bekerja bersama demi kemajuan wilayah dan masyarakat; dan ketika di belakang harus menjadi motivator pendorong untuk pemicu dan pemacu semangat bagi warga masyarakat.
  3. memayu hayuning bawana, artinya memperbaiki akhlak dan budi pekerti;
  4. suradira jayaningrat lebur dening pangastuti; artinya senantiasa berbuat kebaikan meskipun terkadang mendapat hambatan bahkan permusuhan dari orang lain;
  5. ngluruk tanpa bala, sugih tanpa bandha, menang tanpa ngasorake; maksudnya hidup dengan bersahaja, apa adanya tidak perlu pamer dan sombong.
  6. datan serik lamun kataman, datan susah lamun kelangan; maksudnya hidup harus menghindari sifat iri, dengki kepada orang lain. Dan selalu berusaha untuk bersikap tenggang rasa, ketika ada orang lain susah ataupun senang.
  7. aja kagetan, aja gumunan, aja aleman, aja dumeh, aja katungkul marang karemenan; maksudnya hidup dengan biasa-biasa saja, tidak perlu terlihat wah, tidak mudah bingung dengan perkembangan zaman, dan berupaya untuk selalu memperbaiki diri, menjaga silaturahmi dan mendekatkan diri untuk selalu taat kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Acara syawalan diakhiri dengan halal bihalal dan berjabat tangan diikuti oleh semua tamu yang hadir.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung