SECANGKIR KOPI HIDUPKU
Administrator 12 Juli 2019 12:11:08 WIB
Angin malam membisikkan nasehat suci agar kita senantiasa menjaga hati. Hidup ini bukan mimpi yang hadir sesaat kemudian pergi meninggalkan penyesalan. Malam sunyi menambah damainya desa Ngawi Purba. Hanya suara belalang terdengar bersautan diantara lebatnya daun tebu dusun Ngantru. Kepak sayap burung hantu yang terbang rendah membuat hatiku berdesir. Makam leluhur Ngawi “Eyang Pringgo Kusuma” yang berjarak sekitar seratus meter dari rumahku terasa menebar aura magis. Di rumah khas Jawa model Limasan, dekat makam itu, aku termenung sendiri. Kusandarkan tubuh kurusku pada soko guru yang berdiri kokoh menyangga atap rumah tradisional. Selembar tikar pandan yang kumal terbentang sebagai alas istirahatku. Aku menikmati kesendirianku dengan secangkir kopi panas. Aroma harum kopi hitam yang baru kutuang, menggugah gairah hidupku. Kupandangi asap yang mengepul dari cangkir kopi panasku. Sesaat menari-nari di depan mata kemudian terbang bersama anganku.
Saat ini aku tak punya siapa-siapa, namun aku tak mengeluh karena kesendirianku. Aku berusaha menjalani hidup dengan iklas dan penuh syukur. Bagiku hidup ini bagaikan secangkir kopi. Aku belajar menikmati hidup dari secangkir kopi. Walaupun sangat nikmat selalu kusisakan sedikit, dengan harapan agar di sisa hidupku nanti masih bisa menikmati pahit manisnya kehidupan. Aku selalu berusaha agar sisa hidupku ini bisa melakukan perbuatan baik yang bermanfaat bagi sesama dan berkenan di hadapan Tuhan.
Kupandangi secangkir kopi di depanku dan kureguk pelan-pelan. Kusisakan sedikit dan kuletakkan di atas tikar pandan yang kumal. Sesaat kemudian aku berdiri dan membuka jendela. Sekilas mata memandang langit. Sinar rembulan yang hampir padam tak mampu menembus rimbunnya hutan jati di seberang jalan depan rumahku. Beberapa bayangan hitam menari-nari bagai hantu gentanyangan. Belaian angin malam yang dingin membuat dadaku berdegup kencang tak berirama.
Rembulan tenggelam ditelan mendung hitam, sesaat kemudian hujanpun turun. Kepedihan semakin mengiris hati. Dengan langkah gontai aku mendekati tempat tidur, namun mata sulit kupejamkan. Aku bangkit dan mengamati rak buku yang penuh debu. Kulihat sebuah map merah bertuliskan “belum dikirim ke penerbit.” Tiba-tiba jantungku berguncang dahsyat. Bayangan istriku kembali muncul di depan mata. Wajah cantiknya berubah garang penuh murka. Bagaikan Durga yang kejam, dia telah menghancurkan hidupku. Bayangan itu masih selalu menghantuiku. Aku teringat ketika istriku marah dan membakar kumpulan karyaku dari tahun 1987 sampai 2003. Berpuluh-puluh judul karyaku yang telah diterbitkan berbagai majalah dan koran dibakar habis tak tersisa. Istriku selalu memandang rendah karyaku karena tidak menghasilkan uang banyak. Apalagi setelah dia bisa menghasilkan uang lebih banyak dariku. Sebagai seorang penyanyi Campursari terkenal di kotanya, memang penghasilan istriku cukup besar.
Luka lama di hatiku tergores lagi. Kini tinggal kenangan pahit yang tersisa dalam kisah ini. Dengan tangan gemetar kubuka dan kubaca halaman demi halaman. Sejenak kuletakkan karena ada beberapa halaman yang hilang. Kemudian kuulangi lagi membaca dari halaman pertama. Kisah yang penuh jeritan hati ini sengaja kusimpan sebagai pengalaman pribadi yang pahit selama bertahun-tahun. Sekarang sudah saatnya kubuka agar kebenaran tidak diputarbalikkan.
Karya Budi Hantara
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
Administrator
besok bisa ke kalurahan untuk dicek terlebih dahul...baca selengkapnya
28 Desember 2025 22:26:45 WIB -
riga sanjaya
bpjs kis saya tidak aktip dari taun 2021 terus say...baca selengkapnya
04 November 2025 10:07:26 WIB -
siti nurhayati
keponakan saya memiliki kartu kis dari desa . kemu...baca selengkapnya
06 Januari 2025 21:10:34 WIB -
Heri yanto
Semoga bisa menambah manfaat untuk warga masyaraka...baca selengkapnya
28 Juli 2024 16:50:02 WIB -
Administrator
Sudah punya KIS belum kak...baca selengkapnya
23 Maret 2022 09:29:44 WIB -
Irma irawan
Belum punya jampersal...baca selengkapnya
09 Oktober 2021 14:34:06 WIB -
Astuti
Up Penulis? ...baca selengkapnya
08 Oktober 2021 14:52:38 WIB -
Ruswanti
Pak,mau tanya,berapa lama waktu re aktivasi kartu ...baca selengkapnya
24 Agustus 2021 11:32:15 WIB -
Hannah
Berbenah menurut pertolongan dan cara mencurigai s...baca selengkapnya
22 Juli 2021 07:04:51 WIB -
Administrator
selamat pagi kak terimakasih atas tanggapannya, ka...baca selengkapnya
21 Juni 2021 08:58:47 WIB
Agenda Kalurahan Petir
SURVEY KEPUASAN MASYARAKAT
LAYANAN PENGADUAN
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |











