LEGENDA BULAK PAKEL

Administrator 26 Juli 2019 09:37:58 WIB

BUMI PETIR

Hanenggih nagari pundita ingkang kaeka adi dasa purwa namanira. Eka sawiji, adi linuwih, dasa sepuluh, purwa wiwitan. Sanadyan kathah titahing dewa, ingkang kasongan ing angkasa, kasangga pratiwi, kathah ingkang sami anggana raras boten wonten kadi nagari Dwarakala ya Dwarawati. Mila kinarya bubuka, ngupayaa nagari ingkang misuwur kondangkaloka, wenganing rasa panggenan pambuka.


Kondisi Wilayah

Desa Petir yang merupakan Desa Rintisan Budaya nampak asri dikelilingi oleh gunung-gunung dan berada di tanah hamparan dengan luas wilayah 1.025.537 m2, Wilayah Petir yang luas tersebut dihuni oleh penduduk yang berjumlah 3.824 jiwa.

Desa Petir bagian dari Kecamatan Rongkop berjarak 20 kilometer dengan pantai selatan. Warga Masyarakat Desa Petir berprofesi sebagai petani tadah hujan, Pedagang, Wiraswasta, Perangkat Desa dan Pegawai Negeri, sehingga sebagian besar masyarakat desa petani penggarap tanah. Sumberdaya masyarakat Desa Petir semakin meningkat, sehingga buta aksara berkurang hanya terdapat pada usia lanjut, karena ada program penyetaraan  Paket A, B, dan C, dan penyelenggaraan pendidikan formal SD, SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi.

Peningkatan ketrampilan warga masyarakat merupakan program yang ditujukan untuk perbaikan ekonomi, kesejahteraan hidup masyarakat sudah mulai mapan yang didukung adanya kelompok-kelompok usaha, dengan mengembangkan potensi daerah yang ada. Didukung adanya Sumber Daya Alam yang telah dikelola agar menghasilkan pendapatan bagi warga untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dari wilayah sendiri. Ketrampilan dalam berwirausaha manakala benda bebas menjadi benda ekonomis.

Desa Petir ini seluruhnya berupa lahan kering, dengan tataguna untuk tegalan, pekarangan dan bangunan. kehidupan penduduk desa Petir bertumpu pada pertanian terpadu Padi, Jagung, Ketela, sayuran  dalam peternakan kambing, sapi jawa maupun lemosin menjadi komoditas andalan. Harmoni alam yang dipadukan, pinggiran tegal ditanami rumput untuk pakan sapi, pupuk kandang dibawa ke ladang untuk menyuburkan tanah. Pemanfaatan pekarangan terlihat dari hamparan sayuran di pekarangan persis sebelah kantor desa. Senyum ramah petani seraya membuat ajor, ajir, ajer beliau bercerita bahwa penduduk tidak kesulitan menjual hasil panenannya, selain ke pasar beberapa tengkulak menyambangi desa Petir saat panen, mengenai harga jualnya dirembug baik-baik sehingga petani menikmati hasil jerih payahnya.

Selengkapnya klik di Dokumen lampiran ya.... terimakasih dan selamat membaca.............................

Dokumen Lampiran : LEGENDA BULAK PAKEL


Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung